Senin, 29 Mei 2017

Pusing Dengan Dinding Rumah yang Retak ? Inilah Solusi Pintar Untuk Mengatasinya Sendiri, Intip Yuuuk !!

Pusing Dengan Dinding Rumah yang Retak ? Inilah Solusi Pintar Untuk Mengatasinya, Intip Yuuuk !!



Dinding yang retak memang kerap terjadi bahkan pada dinding rumah yang baru jadi sekali pun. Keadaan ini tentunya cukup mengganggu pemandangan dan lama-kelamaan malah dapat membahayakan. Apa saja jenis retak, mengapa hal itu bisa terjadi, dan bagaimana cara mengatasinya? Simak ulasan kami berikut ini:

1. Retak Rambut


Istilah retak rambut merupakan sebutan untuk keretakan dengan ukuran di bawah 1 mm dan bentuk yang bercabang-cabang. Retak rambut terjadi akibat pengacian yang tidak sempurna, misalnya diaplikasikan pada saat dinding dalam kondisi panas. Akibat panas itu, acian tidak menyatu sempurna dengan plesteran yang kering terlebih dulu. Hal kedua yang menyebabkan retak rambut adalah acian semen yang digunakan terlalu tipis dan langsung dilapisi lagi dengan acian. Yang terakhir penyebabnya adalah cat finishing yang digunakan tidak memiliki elastisitas yang bagus.

Untuk mencegahnya, ingatkan tukang agar melakukan penyiraman pada dinding hingga jenuh terlebih dulu pada bagian yang akan diaci. Penyiraman ini bertujuan agar dinding lembab dan dingin.

2. Pergerakan Struktur Pondasi


Pondasi rumah yang labil akibat pergeseran tanah membuat bata di dalam menjadi pecah. Pecah bata tersebut pun akhirnya membuat plesteran dan acian dinding ikut retak. Retak akibat pergerakan pondasi ini berbentuk diagonal atau tegak lurus. Jangan menunda perbaikan dinding dengan tanda retak seperti itu karena jika terjadi pergerakan tanah kembali, retak pun akan semakin parah.

Untuk memperbaikinya buat celah kecil antara dinding dengan balok bagian atas dinding. Hal ini dilakukan untuk mengurangi tekanan dari atas. Celah tersebut bisa diisi dengan Styrofoam atau karet dan tutup celah yang sudah diisi dengan lis kayu atau gypsum. Setelah itu buka bagian dinding yang retak selebar 1 cm dan isi dengan adukan semen pasir 1:5. Setelah dibiarkan mongering selama tiga hari, tutup bagian tersebut dengan mortar acian putih.

3. Perbedaan Bahan Dinding


Retak ini diakibatkan oleh adanya perbedaan penggunaan bahan dinding, misalnya pasangan bata dan permukaan beton yang ditutup dalam satu plesteran. Untuk mengatas retak jenis adalah dengan membuat dilatasi atau peronggaan di antara kedua permukaan bahan tersebut. Pada rongga hasil dilatasi itu isi dengan rubber sealent, besi strip, atau fiber glass, sebagai penguat. Pastikan daya rekat spesi pasangan bata pada sudut-sudut pertemuan dinding benar-benar kuat, karena pada tempat-tempat tersebut sangat rawan terjadi retak.

4. Conduit

Keretakan permukaan dinding juga terjadi akibat conduit atau penanaman kabel setelah dinding selesai diplester dan diaci. Sebaiknya conduit ini dilakukan setidaknya satu hari sebelum dinding diplester. Sementara itu chapping atau pembuatan celah pada permukaan bata harus dilakukan jauh-jauh hari. Pastikan bahwa pekerjaan conduit telah selesai sebelum memulai proses plester pada kedua sisinya.

5. Retak Saluran Pipa

Pemasangan pipa air atau listrik yang dibuat hanya sampa plester atau hanya diletakkan di atas bata kemudian langsung dapat mengakibatkan keretakan pada dinding. Tipe retak ini biasanya menyebabkan celah lurus di sepanjang garis pipa tersebut. Untuk memperbaikinya, buka kembali plester pada saluran pipa dengan lebar kira-kira 5 cm. Kemudian, bungkus pipa dengan kawat ayam dan isi celah dengan adukan semen pasir perbandingan 1:5 lalu rapikan dengan mortar acian putih setelah tiga hari dibiarkan mengering.

6. Retak Seribu

Retak seribu atau retak pecah telur, disebabkan oleh aplikasi acian yang terlalu cepat pada plester yang belum berhenti menyusut. Plester sendiri belum menyusut karena terlalu tebal dalam satu kali aplikasi atau karena kadar lumpurnya yang melebihi 5%. Retak tipe ini jika diraba dengan tangan akan terasa lebih dalam. Untuk mengatasinya, isi retakan dengan mortar acian putih lalu amplas bagian tersebut keesokan harinya. Proses pengecatan baru bisa dilakukan lima hari kemudian.

Itu dia penjelasan mengenai jenis, sebab, dan juga cara mengatasi keretakan pada dinding rumah. Semoga informasi yang kami berikan dapat membantu Anda.



0 Komentar Pusing Dengan Dinding Rumah yang Retak ? Inilah Solusi Pintar Untuk Mengatasinya Sendiri, Intip Yuuuk !!

Posting Komentar

Back To Top